Artikel

Pencarian

KONTAK

Jl.Cendekia No. 1, Desa Renah Lebar, Kec. Karang Tinggi
 081266752270 (Imam Hanuji, M.Pd.Kons)
 082373143145 (Surya Atmaja, M.Pd.I)
 icbenteng2016@gmail.com

visitor

hit counter

Kalender

Desember 2020

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Belajar, Tak Melulu Tentang Tugas

Oleh:

Hapzakya Bunga Plasencary Ersab


Disiang hari yang terik, terlihat seorang gadis berkerudung yang sedang duduk didepan laptopnya seraya bergerutu kesal akan tugas-tugas yang diberikan. Gadis bernama Bunga itu menatap jengah tumpukan buku dihadapannya. Semua tugas ini terasa tidak akan ada habisnya, setiap hari pasti ada tugas baru. Jika satu tugas sudah selesai maka tugas lain akan terus berdatangan. Seperti kata pepatah, mati satu tumbuh seribu.

    Dengan langkah gontai, Bunga keluar dari kamar meninggalkan laptopnya yang masih hidup dengan aplikasi zoom yang masih terbuka. Kamera zoom sudah ia non-aktifkan sehingga teman-teman dan guru nya tidak mengetahui kalu di balik kamera itu tidak ada orang.

    Ia keluar hanya untuk mengambil beberapa cemilan dan kembali ke kamar kemudian duduk dihadapan laptop kembali. Tak lama, namanya terpanggil oleh guru sejarah—Pak Dicky. Ia sangat kelabakan saat mengaktifkan microphone, tentu saja ia kaget. Panggilan tersebut menandakan bahwa Pak Dicky memberika pertanyaan secara acak, tentu saja Zara tidak bisa menjawabnya. Alhasil Pak Dicky memarahi Bunga dihadapan teman-teman sekelasnya.

    Ucapan Pak Dicky sukses membuat Bunga kesal menahan malu dihadapan teman-temannya. Tidak lama kemudian, jam pelajaran pun habis dan Pak Dicky menginfokan bahwa akan dilaksanakannya virtual tour to MUNASPROK (Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta) esok hari. Bungapun kebingungan dengan adanya kegiatan yang diberitahukan dari Pak Dicky yang akan berlangsung Rabu, 26 Agustus 2020. Bunga sudah terlanjur kesal dengan ucapan Pak Dicky tadi. Tak lama, Handphone Bunga penuh akan notifikasi dari grup kelasnya yang sedang  membahas tentang virtual tour ini.

    Akhirnya Bunga-pun menonaktifkan handphone-nya. Ia merebahkan dirinya ke kasur tercintanya dengan mata yang perlahan terpejam. Ia sudah  pusing dan jenuh terhadap tugas-tugas yang diberikan seperti tidak ada habis-habisnya.

    Hari menunjukkan pukul 17.00, Bunga terbangun dari tidurnya dan langsung bergegas mandi. Ia makan malam bersama keluarganya, disela-sela waktu saat makan Bunga mengeluhkan kepada orang tuanya tentang tugas-tugas yang diberikan dan virtual tour to MUNASPROK. Tentu saja tanggapan orang tua Bunga tidak jauh beda dengan orang tua pada umumnya. Sebagai pelajar tentu saja kewajiban kita adalah belajar. Hanya karna adanya pandemi yang sedang kita rasakan bukan berarti proses belajar menjadi terhambat. Tentu saja guru harus punya ide yang kreatif dan inovatif agar siswa tetap semangat belajar meskipun keadaan sedang seperti ini.

    Keesokan harinya, Bunga sangat tidak bersemangat dalam menjalani hari lantaran ia harus bangun pagi untuk bersiap-siap mengikuti acara virtual tour to MUNASPROK. Menurutnya acara ini tentu saja sangat membosankan karna tidak dapat melihat secara langsung benda-benda yang ada di museum tersebut. Namun, setelah beberapa saat menurutnya acara ini lumayan asik. Walaupun hanya berjalan-jalan virtual, Bunga merasa seperti benar-benar berada disana dan ilmunyapun masih tetap dapat. Bunga malah terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut.

Ternyata asik ya pembelajaran Virtual Tour to MUNASPROK. Aku dan teman-temanku dibawa keliling Museum oleh sang edukator, setiap sudut diperlihatkan koleksi-koleksi yang ada, membuat aku jadi terkagum akan peningalan sejarah bangsa ini. Aku salut akan pembelajaran seperti, semoga dapat di adaptasi oleh berbagai guru agar menciptakan pembelajaran yang inovatif guna menghadapi pandemi ini.

Kirim Pesan
?>

Selamat Datang di Website Sekolah MA Insan Cendekia Bengkulu Tengah